Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
24 Mar 2025 66 pembaca ADMIN Puskemas Jambe

Puskesmas Jambe Melakukan Skrining Anemia Dan Pembagian Tablet Tambah Darah di SMK Pembangunan

Jambe, 6 Februari 2025, Puskesmas Jambe Melakukan Skrining Anemia Dan Pembagian Tablet Tambah Darah di SMK Pembangunan sebagai salah satu upaya Puskesmas dalam perbaikan gizi keluarga.

Kegiatan ini dilakukan langsung oleh PJ program gizi bersama para Coass yang bertugas di puskesmas jambe. Di lokasi, kami disambut oleh guru sekaligus penanggung jawab humas SMK Pembangunan. Beliau juga yang membantu dalam mengkoordinasi siswi untuk berkumpul di sebuah aula terbuka dekat dengan lapangan sekolah sebagai tempat kami melakukan pemeriksaan. Terdapat 69 siswi yang hadir dalam pemeriksaan dan seluruhnya kooperatif selama kegiatan.

Pelaksanaan dibagi menjadi 4 pos, pos pertama adalah pengukuran BB, TB dan LILA yang dilakukan 2 koass, pos kedua pengecekan Hb, dan pos ketiga adalah pendataan, pengisian form, serta pembagian tablet tambah darah dan vit C. Siswi yang ditemukan dengan hasil Hb rendah langsung mendapatkan edukasi tambahan terkait dengan faktor risiko anemia pada siswi tersebut dan menghimbau pada pihak sekolah untuk lebih memperhatikan siswi tersebut terkait pemberian tablet tambah darah.

Anemia pada remaja dapat berdampak pada pertumbuhan yang terhambat, kinerja sekolah yang buruk, imunitas tubuh yang berkurang dan ketidakteraturan menstruasi. Selain itu, dalam sebuah literasi dikatakan ketika seorang remaja perempuan memasuki usia reproduksi dengan simpanan zat besi rendah dan hamil selama masa remaja berisiko lebih besar melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah yang apabila diperberat oleh pola asuh dan pemberian makan bayi yang buruk, kemungkinan bayi akan mengalami anemia di masa remaja.

Ditemukan 28 siswi dari 52 siswi ditemukan dengan Hb <12 g/dL yang kemudian dilakukan anamnesis terkait faktor risiko apa yang kemungkinan menjadi penyebab rendahnya kadar Hb pada siswi tersebut. Berdasarkan anamnesis, siswi yang ditemukan dengan anemia mereka mengaku tidak bisa mengatur jumlah atau jenis makanan yang mereka konsumsi. Mereka mengaku lebih suka makanan yang beli di luar seperti seblak, gorengan, bakso, atau soto dengan komposisi gizi tidak seimbang dimana sedikit protein, rendah zat besi, tinggi garam. Minuman manis juga menjadi konsumsi kesukaan sebagian dari siswi yang dianamnesis, mereka mengaku dengan minum minuman manis sudah cukup untuk menjadi sumber energi mereka. Selain itu, mereka juga tidak rutin minum tablet tambah darah yang dibagikan oleh pihak sekolah dengan alasan rasa atau bau yang tidak enak atau adanya mual setelah minum tablet tambah darah tesebut.

 

#Latepost

Nomor : PR/004-PKM-Jambe/III/2025

 






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.